Minggu, 14 Juni 2020

Penggunaan Smart Contract?

Smart Contract memiliki kemungkinan penggunaan yang tak terbatas. Saat ini smart contract sudah digunakan untuk perdagangan keuangan, layanan asuransi, otorisasi kredit, proses hukum dan bahkan untuk pengumpulan dana / crowdfunding (ICO).

Mari kita lihat bagaimana smart contract sudah menguntungkan industri tertentu dan bagaimana mereka akan menguntungkan industri lain di masa depan.



Industri Asuransi

Dua perusahaan asuransi, Atlas Insurance di Malta dan Axa di Prancis, menguji smart contract pada tahun 2017. Mereka memiliki prototype yang memberi kompensasi kepada pelanggan maskapai penerbangan jika penerbangan mereka tertunda.

Mari kita lihat contohnya:

Andy akan terbang dari Jakarta. Dia mengirimkan cryptocurrency senilai Rp100.000 ke smart contract Axa Insurance dan memberikan nomor penerbangannya. Axa mengirim Rp900.000 ke kontrak pintar. Jadi, saat ini ada Rp1.000.000 dalam kontrak pintar.



Jika penerbangan Andy tepat waktu, Axa dikirim Rp1.000.000 dari smart contract. Tetapi jika pesawat terlambat, Rp1.000.000 dikirim ke John dari kontrak pintar. Semuanya otomatis.

Ini menghemat banyak waktu dan uang. Ini juga berarti bahwa John tidak harus percaya bahwa AXA akan membayarnya dengan jumlah yang disepakati jika penerbangannya terlambat – dia tahu bahwa jika terlambat, smart contract akan langsung mengirimkan kompensasi kepadanya ($ 100).



Industri Kesehatan

Smart contract digunakan dalam industri kesehatan untuk mencatat data-data kesehatan dan rekaman riwayat kesehatan.

Kita sudah dapat melihat contoh smart contract yang digunakan dalam industri medis seperti Encrypgen. Ini adalah aplikasi yang menggunakan smart contract untuk mentransfer data pasien dengan cara yang aman, memungkinkan tidak ada akses dari pihak ketiga.

Dengan cara ini, pasien mengendalikan data mereka sendiri. Jika peneliti ingin menggunakan data pasien, mereka harus membayarnya. Tidak hanya itu, tetapi pasien harus memilih apakah mereka ingin menjualnya atau tidak kepada mereka.



Pemerintahan / Goverment

Aplikasi seperti FollowMyVote menggunakan smart contract dan teknologi blockchain untuk melindungi pemungutan suara dari penipuan. Ketika data voting ditulis di blockchain, transaksi tidak dapat diubah. Ketika pemungutan suara selesai, smart contract akan mengirim token ke alamat yang mewakili pemenang suara.

Dengan cara ini, pemungutan suara selalu adil dan berarti pemenangnya selalu benar (bukan hasil kecurangan).



Industri Bisnis

Bisnis dapat memperoleh keuntungan besar dari smart contract. Daripada membayar staf untuk menjalankan pembayaran gaji, mereka dapat menggunakan smart contract.

Contohnya adalah bisnis dapat membuat smart contract yang mengatakan, ketika tanggal adalah 20 Desember 2018, bisnis mengirimkan John 2 ETH. Ini berarti John akan selalu dibayar tepat waktu. Keuntungan bisnis karena semuanya otomatis, menghemat banyak waktu dan uang!



ICO / Initial Coin Offering /ITS / INITIAL TOKEN SALES / Fundraising / CROWDFUNDING

Jika Anda ingin memulai proyek Anda sendiri yang menggunakan teknologi blockchain, Anda dapat membangun proyek Anda di Publik Blockchain seperti Vexanium ataupun Ethereum . Namun, tentunya Anda akan membutuhkan uang!

Salah satu cara untuk mendapatkan uang untuk membangun sebuah proyek berbasis blockchain adalah dengan melakukan ICO. ICO (Initial Coin Offering) atau ITS ( Intial Token Sales) adalah sistem crowdfunding untuk aplikasi baru yang menggunakan teknologi blockchain.

Mari kita lihat sebuah contoh, Andy ingin mengumpulkan Rp10.000.000.000 untuk memulai proyeknya. Mari bayangkan bahwa Rp10.000.000.000 sama dengan 10.000 Ether. Anda memutuskan Anda akan menempatkan 100.000 ABC token ke dalam smart contract, dan bahwa setiap token ABC akan bernilai 0,1 Ether.

Dengan begitu, jika Anda menjual 100.000 token ABC, Anda akan memiliki 10.000 Ether yang Anda butuhkan, karena 100.000 x 0,1 = 10.000.

Sekarang, dalam smart contract, Anda akan menulis sesuatu seperti: jika 0,1 ETH dikirim ke smart contract, maka smart contract akan mengirim 1 ABC ke alamat yang mengirim 0,1 ETH. Dengan begitu, orang yang berkontribusi pada ICO selalu mendapatkan jumlah yang tepat dari token ABC.

Dua alasan paling umum orang membeli token dari ICO / ITS adalah:

Token dapat digunakan pada aplikasi setelah dibuat
Ada Peluang Harga token dapat meningkat ketika proyek menjadi lebih populer
Anda dapat menganggap ICO sebagai versi blockchain dari Kickstarter. Perbedaan utamanya adalah bahwa ia mengotomatiskan keseluruhan proses crowdsale dengan cara yang aman, tanpa kepercayaan.)

ICO populer ditahun 2015 hingga tahun 2017 karena pada saat itu belum terlalu banyak Native Coin Publik Blockchain yang beredar di Masyarakat  ,namun  di tahun 2018 trend mulai mengarah kepada ITS atau Initial token Sales ( dimana kita membeli token yang dapat digunakan di sebuah projek berbasis blockchain )